Batman Begins - Help Select

l


Gawat, Banyak warga DKI Ngikut Aliran ISIS

Lagi Diburu Densus 88.Anak Muda Jadi Incaran ISIS
Pengikut-Aliran Islamic of Iraq and Syria (ISIS) terus menjalar. Di DKI Jakarta, banyak warga yang sudah bergabung dengan aliran Islam garis keras tersebut.
Warga yang tergabung dalam ISIS sedang diburu. Polda Metro Jaya saat ini sudah menyebar pasukan intelejen untuk menangkapi para anggota ISIS.
Masuknya ISIS di Jakarta, ternyata dari sebuah masjid yang berada di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Di masjid tersebut, warga yang hendak bergabung dibai’at atau disumpah agar tetap setia.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno tidak membantah kalau ISIS sudah menjalar ke ibukota. Aliran yang dicap sebagai kelompok teroris itu saat ini sedang diselidiki polisi.
“Intelijen Polda Metro memback-up Densus 88 Polri untuk menyelidiki atau mengintai jaringan tersebut. Ini sedang kita cari,” terang Dwi Priyatno kepada wartawan, Selasa (5/8).
Dwi menyatakan, saat ini anggota ISIS yang ada di Jakarta dan Bekasi sudah terdeteksi. “Sudah kita diidentifikasi. Saat ini sedang kita lakukan pengejaran bersama Densus 88,” lanjutnya.
Mantan Kapolda Jawa Tengah ini melanjutkan, seruan ISIS telah menyebarkan permusuhan dan kebencian yang dilarang oleh negara. “Para anggota ISIS bisa dikenakan pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” ungkapnya.
Bendera ISIS di Bekasi
Masjid Muhajirin di Pulo Sirih, Pekayon Jaya, Bekasi Barat, Jawa Barat kini menjadi sorotan polisi. Di masjid inilah disebut-sebut aliran ISIS dideklarasikan.
Bahkan, bendera ISIS juga sempat dikibarkan. Hal ini ditegaskan Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bekasi Kota AKP Siswo. “Sedang kita awasi pergerakannya,” ungkapnya.
Terungkap, deklarasi ISIS digelar pada Minggu (3/8). Acara mereka terpantau lengkap tim intelijen daerah Bekasi Kota. Mereka yang hadir juga sudah teridentifikasi. “Orang-orangnya sudah teridentifikasi,” kata Ketua Komite Intelijen daerah Bekasi Kota Maryono, Selasa (5/8).
Maryono mengungkapkan acara di masjid itu mulanya ceramah. Tak lama, kemudian sang penceramah mengobarkan semangat mendukung ISIS, yang disambut 50-an orang yang hadir. “Mereka kebanyakan orang luar bukan warga Bekasi. Jumlahnya ada 50 orang,” tukasnya.
50 orang itu tambah Maryono, diduga juga tergabung dalam kelompok bernama Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang dipimpin oleh Syamsudin Uba.
“Saat mereka berikrar, anggota JAT juga melakukan pengibaran bendera ISIS di halaman Masjid Muhajirin. Setelah membuat ikrar, jemaah tersebut menamakan kelompok mereka dengan nama Khilafah Ibrahim,” tambahnya.
Setelah diprotes dan dicibir, akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) akhirnya memblokir video terkait ISIS di YouTube. Akses untuk 7 video yang berisi propaganda ISIS dipastikan telah ditutup oleh Google sebagai pemilik situs berbagi video YouTube.
Konfirmasi pemblokiran dilontarkan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring melalui akun Twitter-nya, Selasa (5/8) pukul 12.41 WIB. “Ini 7 situs -source asli- video ISIS yg sudah di-remove dari youtube dg 20 flags. Yg lain menyusul,” tulis Tifatul sembari memberikan tangkapan gambar e-mail jawaban dari Google.
Dalam screenshot tersebut, tertulis tujuh tautan video YouTube yang berkaitan dengan ISIS, yang telah diblokir oleh Google Indonesia. Anehnya, saat Nonstop, coba membuka ketujuh video ISIS pada 22.30 WIB ternyata masih bisa dibuka.
Presiden SBY sebelumnya telah menginstruksikan Kemenkominfo untuk memblokir video yang berkaitan dengan ISIS. Instruksi itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat, sebanyak 30 warga negara Indonesia (WNI) berangkat ke Suriah. Mereka dikhawatirkan bisa membawa paham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masuk ke Indonesia.
“Katanya disebutkan ada 56 orang, tapi BNPT lebih kurang 30 orang. Ini berdasarkan hasil penyelidikan. Mereka ini mengkhawatirkan karena mereka hanya tahu jihad ke Suriah, tapi nggak tahu ISIS,” ucap Kepala BNPT Ansyaad Mbai.
Mereka yang berangkat ke Suriah, lanjutnya, ada yang baru saja keluar dari penjara dan ada pula yang menjadi buron kepolisian. Ansyaad meminta agar pihak Keimigrasian bisa menyeleksi ketat para WNI yang akan kembali pulang ke Tanah Air.
Data dari Polresta Bekasi menyebutkan, pengikut ISIS di Bekasi yang melakukan ikrar di Masjid Muhajirin dulunya adalah jemaah yang tergusur dari Masjid Muhammad Ramadhan karena pengajiannya diprotes warga. Masjid Muhammad Ramadhan merupakan masjid yang sudah diambil alih oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Ketika melakukan ikrar dukungan terhadap ISIS di Masjid Muhajirin, para anggota JAT juga merencanakan merebut kembali kepengurusan Masjid Muhammad Ramadhan yang hanya berjarak 500 meter dari Masjid Muhajirin. Semua aktivitas mereka tersebut dilakukan secara diam-diam. Hal ini agar mereka tidak terdeteksi oleh polisi.
Sebelumnya, Warga Pekayon, Bekasi, resah dengan kegiatan kajian agama yang sering diadakan di Masjid Muhammad Ramadhan. Pengurus Masjid Muhammad Ramadhan, Dahlan, mengatakan, warga menganggap kajian agama yang dilakukan oleh bukan warga sekitar itu ekstrem.
Menurut Camat Bekasi Selatan Abi Hurairah, pengambilalihan tersebut dilakukan karena dua hal. Pertama, lahan masjid menggunakan tanah fasum dan fasos milik pemerintah kota. Kedua, karena adanya keresahan warga akan aktivitas kajian agama yang dilakukan di masjid tersebut.
Muslim Perkotaan
Jadi Incaran ISIS
Wajar jika warga muslim di ibukota menjadi bidikan ISIS. Karena, gerakan Islam garis keras itu telah menyasar ke muslim perkotaan.
Yang disasar ISIS adalah para anak muda yang baru mengenal dan belajar soal Islam. Hal ini diketakan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nusron Wahid.
Ia mengatakan, Negara Islam Irak dan Syiria (ISIS) sebenarnya belum terlalu kuat. Meski begitu, menurut dia, pemikiran model ISIS sebenarnya sudah mengakar dan berkembang di kalangan muslim perkotaan.
“Kalau dilihat dari model pemikiran ini, sebenarnya sudah mengakar dan banyak di Indonesia, terutama di kalangan ‘santri baru’. Yaitu anak muda yang baru belajar agama, tapi baru kulitnya. Belum substansinya,” tulis Nusron melalui siaran pers, Selasa (5/8).
Nusron mengatakan, akar pemikiran tersebut adalah cita-cita untuk mendirikan negara, khilafah, atau daulah Islamiyah. “Salah satu ciri pemikiran itu berupaya menjadikan agama Islam sebagai sumber hukum formal negara,” terang anggota DPR terpilih dari Golkar ini.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya menyatakan, aksi-aksi pengikut ISIS di Indonesia telah menghina Pancasila sebagai simbol negara. Dia menambahkan, aksi pengikut ISIS sudah melampaui kebebasan berpendapat meski berlangsung damai.
Diketahui, ISIS menghina lambing negara Indonesia yakni Garuda Pancasila sebagai berhala. “Ini harus diproses hukum. Biarkan aparat kepolisian yang mengusutnya,” terang Lukman.(ADT/BHR/DHI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Translate

Most Reading

Copyright 2015 iyannamikaze.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.